Pemalang, Rabu 10 Januari 2018-  Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) adalah pemeliharaan kesehatan yang dilakukan dari, oleh dan untuk masyarakat yang dibimbing petugas terkait. Tujuan kegiatan ini ialah menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB), Angka Kematian Ibu (AKI-ibu hamil, melahirkan dan nifas); membudayakan NKBS; meningkatkan peran serta masyarakat dalam mengembangkan kegiatan kesehatan dan KB serta kegiatan lainnya yang menunjang untuk tercapainya masyarakat sehat sejahtera; selain hal tersebut Posyandu juga berfungsi sebagai wahana gerakan reproduksi keluarga sejahtera, gerakan ketahanan keluarga dan gerakan ekonomi keluarga sejahtera.

Kegiatan Posyandu dilakukan dengan sistem 5 meja yang terdiri dari: meja I (pendaftaran),  meja II (penimbangan), meja III (pengisian KMS), meja IV (penyuluhan perorangan berdasarkan KMS), dan meja V (pelayanan kesehatan berupa imunisasi, pemberian vitamin A dosis tinggi, pembagian pil KB atau kondom, pengobatan ringan, dan konsultasi KB). Kegiatan Posyandu dilakukan dilakukan 1 (satu) kali setiap bulannya dan diselenggarakan di kediaman Kepala Dusun masing-masing. Kegiatan pada meja I,II, dan III dilaksanakan oleh Mahasiswa KKN yang ikut membantu kegiatan Posyandu.  Sedangkan, meja IV dilaksanakan oleh kader PKK dan meja V ditangani Dian Vitriana,A.Md, Keb. selaku Bidan Desa Pedurungan.

Bersamaan dengan kegiatan Posyandu dilaksanakan kelas ibu hamil dimana mereka yang hadir diberikan wawasan seputar kehamilan, pemberian tablet Fe, serta PMT (Pemberian Makanan Tambahan) Ibu Hamil. Balita yang hadir melaksanakan penimbangan, pengisian KMS, penyuluhan serta pelayanan imunisasi. Setiap Balita yang hadir diberikan Makanan Tambahan Balita. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) belum dilakukan sesuai standar Juknis (Petunjuk Teknis) PMT yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan. Hal tersebut dapat dilihat dari jumlah pemberian, waktu pemberian, serta tidak ada pencatatan pelaporan, serta evaluasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

Hasil dari kegiatan Posyandu yang dihadiri Ibu dan Balita dari Dusun I Desa Pedurungan, yaitu: tingkat partisipasi tinggi dapat terlihat dari banyaknya ibu dan anak yang datang, masih terdapat kasus ibu Risti (Risiko Tinggi) dikarenakan terlalu sering dan terlalu tua dalam kehamilan, keterlambatan periksa kehamilan masih ditemukan dikarenakan ibu hamil memeriksa kehamilan di usia kehamilan 5 bulan. Berdasarkan keterangan dari ibu hamil, terdapat ibu hamil yang merasa malu untuk memeriksakan kehamilan dan menginginkan kunjungan pribadi ke rumah. Masalah yang masih dijumpai ialah permasalahan BPJS. Beberapa Ibu dan Balita belum terdaftar dalam BPJS maupun jaminan kesehatan lainnya. Permasalahan tersebut harus segera diselesaikan untuk meningkatkan derajat kesehatan masayarakat khususnya Ibu dan Balita.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *